smile because you

smile because you

Selasa, 26 April 2011

teori BelaJar

BAB I
PENDAHULUAN
Dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, pembangunan di bidang pendidikan merupakan sarana dan wahana yang sangat penting dalam pembinaan sumber daya manusia. Penyelenggara pendidikan tersebut salah satunya adalah pendidikan formal yaitu pendidikan di sekolah. Pendidikan di sekolah diberikan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak itu dapat dididik, anak itu dapat belajar. Persoalan yang penting ialah bagaimanakah anak itu dapat belajar, belajar yang menciptakan kesenangan, belajar yang menumbuhkan semangat dan belajar yang membuat anak didik tersebut menganggap bahwa belajar itu merupakan kebutuhan sehari-hari.

Matematika salah satu mata pelajaran yang memberikan kontribusi positif tercapainya masyarakat yang cerdas dan bermartabat melalui sikap kritis dan berpikir logis. Matematika diajarkan bukan hanya untuk mengetahui dan memahami apa yang terkandung dalam matematika sendiri, tetapi metematika diajarkan pada dasarnya bertujuan untuk membantu
melatih pola pikir siswa agar dapat memecahkan masalah dengan kritis, logis, cermat dan tepat.

Kondisi di lapangan saat ini menunjukkan bahwa masih banyaknya guru yang menggunakan cara pendekatan konvensional yang tidak efektif dan menimbulkan kejenuhan siswa di dalam kelas, serta pendekatan ketrampilan proses dengan pembelajaran teoritis. Hal ini menjadi sebab rendahnya prestasi belajar siswa karena tidak adanya pembelajaran yang merangsang siswa aktif di dalam kelas. Maka guru dituntut untuk lebih professional, inovatif, persepektif, dan proaktif dalam melaksanakan pembelajaran sehingga pembelajaran lebih menarik siswa agar lebih aktif.






BAB II
PEMBAHASAN



Matematika memiliki nilai-nilai yang sangat penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Dari beberapa ahli mendefinisikan belajar menurut visi masing-masing, diantaranya menurut :

A. Richard Skemp

Richard Skemp adalah pelopor utama dalm Pendidikan Matematika yang peyama kali mengintegrasikan disiplin matematika, pendidikan dan psikologi. Lahir di Bristol pada tangggal 10 Maret 1919 yang orang tua nya bernama Prof AR Skemp dari University of Bristol.Dan ia terpilih menjadi Presiden Group Internasional untuk Psikologi Pendidikan Matematika (PME) pada tahun1980. Richard percaya bahwa anak bisa belajar secara cerdas ssejak usia dini, menghasilkan kerangka kurikulum lengkap untuk usia 5-11 tahun yang dikenal sebagai Structured Kegiatan di Cerdas Belajar.

Menurut Richard Skemp, belajar matematika perlu dua tahap, yaitu sebagai berikut:
1. Perlu menggunakan benda-benda konkret untuk memberikan basis bagi peserta didik dalam menghayati ide-ide matematika yang abstrak.
2. Tingkat abstrak, yaitu mulai meninggalkan benda konkret untuk menuju ke pemahaman matematika yang memang memuat objek-objek abstrak

Richard Skemp mendukung interaksi siswa dengan objek-objek fisik selama tahap-tahap awal mempelajari konsep. Pengalaman awal ini akan membentuk dasar bagi belajar berikutnya yaitu pada tingkat abstrak.

Dapat kita contohkan untuk mengenal salah satu sifat perkalian 2 x 3 = 3 x 2, yang mana kita dapat menggunakan benda-benda konkret berupa buah jeruk atau benda disekitar kita seperti kerikil. Disini terdapat dua baris dan pada setiap baris terdapat 3 buah jeruk. Dalam matematika, model seperti ini dapat dinyatakan sebagai 2 x 3, karena banyaknya bbuah jeruk seluruhnya adalah 6 maka 2 x 3 = 6.

Sekarang kita dapat meminta siswa untuk menyusun 6 buah jeruk yang lain menjadi 3 baris dan pada tiap baris terdapat 2 buah jeruk, model ini menunjukan 3 x 2 = 2 x 3 sama dengan 6. Richard Skemp juga meyakini bahwa belajar menjadi berguna bagi seseorang. Sifat-sifat dari pengalaman harus dipadukan untuk membentuk suatu struktur konseptual atau suatu skema. Sehingga bagi guru berarti bahwa struktur matematika harus disusun agar jelas bagi siswa sebelum mereka dapat menggunakan pengetahuan awal sebagai dasar untuk belajar pada tahap berikutnya.

Skemp juga membedakan teori pemahaman yaitu relasional dan pemahaman instrumental. Skemp menyatakn bahwa pemahaman instrumental sejatinya belum termasuk pada katagori pemahaman; sedangkan pemahaman relasional memang benar sudah termasuk pada kategori pemahaman. Dimisalkan ada seorang siswa yang mampu menyelesaikan sebuah persoalan matematika, apakah siswa tersebut sudah memiliki pemahaman relasional atau hanya memiliki pemahaman instrumental ?.

Berdasarkan permasalahan diatas Skemp menyimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan sebuah persoalan matematika dapat dikategorikan sebagai pemahaman relasional dan dapat juga dikategorikan sebagai pemahaman instrumental dengan alasan sebagai berikut:
1. Dapat dikategorikan sebagai pemahaman relasional jika si siswa disamping ia sudah dapat menetukan hasil namun ia juga harus dapat menjelaskan maengapa hasilnya seperti itu.
2. Dapat dikategorikan hanya sebagai pemahaman instrumental jika si siswa hanya dapat menentukan hasil namun ia tidak dapat menjelaskan mengapa hasilnya seperti itu.

Siswa yang memiliki pemahaman relasional memiliki fondasi atau dasar yang lebih kokoh dalam pemahamannya tersebut. Jika siswa lupa dengan rumus, maka ia dapat menggunakan pemahaman nya dengan cara coba-coba dan dapat mengecek kebenaran hasil yang ia dapat dengan membalikan rumus.

Selama proses pembelajaran di kelas, para pendidik matematika diharapkan dapat memfasilitasi siswanya sedemikian rupa sehingga para siswa memiliki pemahaman relasional. Ada dua prinsip untuk matematika sekolah, yaitu;
• Prinsip pengajaran menyatakan bahwa pengajaran matematika yang efektif membutuhkan pemahaman terhadap pengetahuan siswa dan membutuhkan proses belajar, dan setelah itu menantang dan membantunya agar dapat belajar dengan baik.
• Prinsip pembelajaran menyatakan bahwa siswa harus belajar matematika dengan pemahaman secara aktif membangun pengetahuan baru berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang sudah dimilikinya.

Menurut Skemp, inti belajar matematika adalah agar siswa memiliki pemahaman relasional dimana para siswa harus dapat melakukan sesuatu (apanya) namun ia juga harus dapat menjelaskan mengapa ia harus melakukan sesuatu seperti itu(mengapanya).


B. EDWIN RAY GUTHRIE

Guthrie lahir pada 1886 dan meninggal pada 1959. Dia adalah professor psikologi di University of Washington dari 1914 sampai pensiun pada 1956. Dia sangat menekankan pada aplikasi praktis dari gagasannya dan dalam hal ini dia mirip dengan Thordike dan Skinner.
Guthrie membuat kontibusi yang patut diperhitungkan dalam dunia ilmu pengetahuan, khususnya filsafat, psikologi abnormal, psikologi social, pelajaran dan teori psikologi pada bidang pendididkan.Salah satu kontribusinya yang paling terkenal adalah teori belajar nya yang berdasar pada asosiasi.

Secara eksplisit tentang esensi belajar menurut Guthrie yang dikutip oleh Sumdi Suryabrata bahwasanya; belajar adalah sifat yang tumbuh dari jiwa manusia itu sendiri. Sebagian besar teori belajar dapat dianggap sebagai usaha untuk menentukan kaidah yang mengatur terjadinya asosiasi antara stimulasi dan respon.Guthhrie(1952) menjelaskan kendati hokum kontiguitas mungkin benar namun pada prediksi perilakunya selalu bersifat kemungkinan(probabilistik).

Dalam publikasi terakhirnya, Guthrie (1959) merevisi hokum kontiguitasnya menjadi “Apa-apa yang dilihat akan menjadi sinyal untuk apa-apa yang dilakukan”. Ini adalah cara Guthrie mengakui begitu banyaknya jumlah stimuli yang dihadapi organism pada satu waktu tertentu dan organisme tidak mungkin membentuk asosiasi dengan semua stimuli itu.Organisme akan merespons secara selektif pada sebagian kecil dari stimuli yang dihadapinya, dan proposi yang akan di asosiasikan dengan resppons.

Pada sisi lain, Guthrie menekankan bahwa model prilaku tidak dapat dibentuk melalui proses pembiasaan dan pengukuhan dengan lingkungan maka perlu dapat memunculkan pengalaman-pengalaman dalam belajar.

Bagi Guthrie, suatu gerakan yang timbul baik berupa mendengar atau melihat dihasilkan dari stimuli yang muncul secara spontan. Dapat digambarkan dengan jelas, ketika telepon bordering dan kit aberanjak dan mendekati instrument tersebut.Dimana satu gerakan awal menghasilkan gerakan pertama, kemudian kedua, ketiga dan seeterusnya.Sehingga gerakan kita membentuk rangkaian yang terus menerus yang otomatiss menjadi kebiasaan. Dan hal ini di gambarkan oleh Guthrie sebagai berikut:
1) Stimulasi Eksternal Respon Bawaan Stimuli Penghasil Gerakan (dering telepon) (beranjak ke empat telepon).
2) Respon Bawaan Stimuli Penghasil Gerakan Respon Bawaan (berjalan kearah telepopn) (berdiri ke kursi).
3) Stimuli Penghasil Gerakan Respon Bawaan (mengangkat telepon).


 Mengapa Praktik Latihan Meningkatkan Perfoma?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Guthrie membedakan antara tindakan dan gerakan. Gerakan adalah kontraksi otot; tindakan terdiri dari berbagai macam gerakan. Tindakan biasanya didefinisikan dalam term apa-apa yang dicapainya, yakni prubhan apa yang mereka lakukan dalam lingkungan. Sebagai contoh tindakan misalnya mengetik surat, makn pagi, melempar bola atau membaca buku.

Sebagaimna satu tindakan terdiri dari beberapa gerakan, satu keahlian juga terdiri dari beberapa tindakan. Jadi, belajar keahlian seperti menyetir mobil membutuhkan ribuan asosiasi antara stimuli spesifik dengan gerakan spasifik. Guthrie mengatakan, “ Belajar biasanya terjadi dalam satu episode asosiatif. Dibutuhkan banyak latihan dan banyak repitisi untuk mendapatkan keterampilan tertentu, sebab keterampilan membutuhkan banyak gerakan spesifik yang harus dikaitkan dengan berbagai situassi stimulus yang berbeda-beda. Keterampilan atau keahlian bukan kebiasaan sederhana, teetapi sekumpulan besar kebiasaan yang menghasilkan sesuatu prestasi tertentu dalam berbagai macam situasi”.

Ringkasnya, suatu keterampilan terdiri dari banyaknya tindkakan, dan tindakan terdiri dari banyak gerakan. Hubungan antara satu perrangkat stimuli dengan satu gerakan dipelajari secara lengkap dalam satu kali percobaan, namun proses belajar ini tidak melahirkan kemahiran dalam menjalankan suatu keahlian atau keterampilan.

 Forgetting (Lupa)

Menurut Gathrie factor lupa terjadi ketika adanya alternative respon yang ada pada struktur stimuli. Setelah sebuah struktur stimuli dihasilkan oleh alternative respon maka struktur tersebut akan cenderung membawa respon baru yang menghambat. Oleh sebab itu melibatkan pembelajaran yang baru. Belajar yang dilakukan akan dipengaruhi oleh pembelajaran yang baru, misalnya seseorang ketika diperintahkan untuk mempelajari bahasa, lalu mempelajari matematika, kemudian di tes kembali dengan bahasa, sementara orang lain hanya disuruh mempelajari matematika, setelah itu juga di tes lagi tentang bahsa, mak orang pertama yang dites tentang bahasa dan matematika akan mengingat lebih sedikit tentang bahasa jika dibanjsingkan dengan orang keduayang hanya mempelajari sesuatu yang baru akan menghambat sesuatu yang telah dipelajari sebelumnya.

 Hukuman ( Punishment)

Hukuman akan berlaku efektif apabila diterapkan pada kondisi yang tepat, misalnya pada saat tanda-tanda respons yang negative muncul. Efektifitas hukuman hendaknya didasari oleh alasan bahwa hukuman tersebut diberlakukan agar individu mampu menemukan atau melakukan respons yang benar atas stimuli yang diberikan . Terdapat tiga prinsip yang perlu diperhatikan dalm hal hukuman yakni:
a. Hukuman bukan berupa suatu yang menyakitikan akan tetapi sesuatu yang mendorong organism mau melakukan sesuatu.
b. Hukuman tersebut harus menyebabkan atau mengubah perilaku yang tidak sesuai dengan perilaku terhukum.
c. Hukuman harus diterapkan dengan adanya stimuli yang diperoleh dari perilaku terhukum.

Jika kondisi petama, kedua dan ketiga tidak dijumpai maka hukuman tidak akan berlaku efektif atau bahkan mungkin memperkuat respon yang tidak diinginkan. Jadi, ketika hukuman menjadi efektif hal ini mengakibatkan organism melakukan hal-hal lain selain dari hal yang dihukum, meskipun stimuli yang diperoleh perilaku yang dihukum tetap ada. Tentu saja respon ini mengakibatkan asosiasi baru yang telah dibentuk, dan selanjutnya terlihat stimuli, merka akan cenderung memperoleh respon yang dikehendaki sebagai pengganti respon yang tidak disenangi.

 Metode Merubah Suatu Kebiasaan

Kebiasaan adalah respons yang menjadi diasosiasikan dengan sejumlah besar stimulus. Semakin banyak stimuli yang menimbulkan respons, semakin kuat kebiasaan. Misalkan merokok, dapt menjadi kebiasaan yang kuat karena respons merokok terjadi dihadapan banyak sekali petunjuk. Setiap petunjuk yang muncul setiap kali seseorang merokok akan cenderung menimbulkan prilaku merokok lagi saat petunjuk itu ditemuinya lagi. Guthrie (1952) mengindikasikan bahwa; “Kesulitan uttama dalam rangka menghindari kebiasaan buruk adlah karena petunjuk yang baik sangat sulit ditemui, dan dalam banyak system kebiasaan buruk ada banyak sekali petunjuk pendukung kebiasaan itu. Setiap pengulangan akan menambah satu atau lebih petunjuk baru yang memunculkan prilaku yang buruk.

Terdapat beberapa pendekatan untuk merubah kebiasaan tersebut, yaitu:
 Metode Pemulaan ( Threshold Method)
Dimana stimulus dibiarkan dengan mengesankan atau kesan yang tidak membuat orang takut/terkejut, maka respon akan sepenuhnya baik. Seperti dalm proses psikoterapi, yakni jika seorang terapis mencoba membantu seorang pasien mengatasi suatu masalah phobia, maka ia akan menggunakan metode yang tidak memicu untuk terjadinya phobia. Jika pasien relative merasa ketakutan terhadap hewan, pertama – tama terapi dapat memulai berbicara mengenai hewan secara umum, kemudian macam-macamnya dengan berbagai jenis hewan melata, dan seterusnya sehingga dengan cara ini berangsur-angsur membangun suatu keadaan dimana pasien tersebut mengenal hewan tersebut bahkan menyentuhnya.

 Metode Kepayahan (Fatique Method)
Dimana stimuli yang sulit direspon diberi ketika seseorang dalam kondisi kepayahan. Misalnya ketika dalam suatu keadaan timbul kesulitan untuk mengenalkan buaya yang dalam gambaran umumnya sangat buas, maka kondisi yang mudah adalah ketika buaya-buaya tersebut dalm kandang.

 Metode Respons yang tidak Kompatibel (incompatible respons method)
Metode ini menghentikan kebiasaan, dengan metode ini stimuli untuk respons yang tidak diinginkan disajikan bersama stimuli lain yang menghasilkan respons yang tidak kompatibel dengan respons yang tidak diinginkan tersebut./ Misalkan memperlakukan anak kecil yang takut pada buaya, maka berilah anak itu boneka berbentuk buaya mlalui ibunya dengan penuh kasih sayang, hal ini bertujuan agar anak tersebut merasa senan dan tidak takut lagi kepada buaya.
Dengan metode respons yang tak kompatibel, dua stimuli dihadirkan kepada si pembelajar; satu stimuli menimbulkan respons yang tidak diinginkan dan satu stimuli lagi yang lebih kuat dan menyebabkan respons yang tak kompatibel dengan respons yang tak diinginkan terhadap stimuli yang sebelumnya menimbulkan respons yang tidak diinginkan.

 Eksperimen Guthrie dan Horton

Pada tahun 1946 Guthrie melakjukan suatu studi kolaboratif dengan George P.Horton yang mana melibatkan prilaku kucing di dalam kotak Puzzle. Eksperimen Guthrie-Horton ini menggambarkan teori pelajaran assosiatif. Mereka menggunakan suatu kotak kaca yang diberi papan agar mereka bisa mengawasi pergerakan kucing itu. Kotak dibangun sedemikkian rupa sehingga kucing bisa mebuka pintu denan menyentuh tombol. Dengan menentukan waktu kira-kira 15 menit agar kucing dapat menyentuh tombol itu. Waktu yang kedua, kucing mempunyai kecenderungan untuk mengulang prilaku pertamnaya. Penelitian menunjukan bahwa kucing selalu mengulangi urutan pergerakan yang sama jika dihubungkan dengan yang sebelum dilepas dari kotak itu. Ini menujukan suatu contoh dari pengulangan prilaku. Eksperimen Guthrie- Horton menggambarakn pada kita semua untuk mengasumsikan perbanfingan hewan untuk belajar dari suatu hubungan antar stimulus dan tindakan sekedar tingkah laku dari pengalaman terdahulu.

 Kontribusi Teori Guthrie

Guthrie adalah unik dalam penegasannya bahwa belajar berasal dari kontiguitas antara stimuli dan respons dan dari kontiguitas saja. Bahkan pengulas teori belajar awal (Mueller & Schoenfeld) menunjukan pendekatan kontiguitas Guthrie yang sederhana dapat menjelaskan semua fenomena dasar yang dianalisis oleh Skinner atau Hull. Teori Guthrie amat menarik banyak ilmuwan karena teorinya dapat menjelaskan proses belajar, pelenyapan, dan generalisasi, dengan analisi ssederhana, sedangkan teori lain menjelaskan hal-hal tersebut dengan cara yang lebih rumit. Selain itu, perluasaan teori ini ke aplikasi praktis bersifat langsung dan dijelaskan oleh Guthrie dengan cara yang menyenangkan dan penuh contoh, bukan dengan rumusan-rumusan terapi yang kering.

Meskipun teori Guthrie tidak memunculkan riset dan kontroversi sebagaimana teori Skinner –Hull, namun teorinya menyediakan penjelasan alernatif yang penting mengenai belajar. Selain itu, teorinya berfungsi sebagai pengingat bahwa suatu teori tidak harus sangat ruwet untuk menjelaskan prilaku yang kompleks. Fokus dari teori yang dimunculkan oleh Guthrie ini lebih mengarahkan pada perubahan kebiasaan yang dapt diterapkan dalm dunia pendidikan, khususnya pada pembiasaan anak didik di usia dini.Dimana dalam dunia pendidikan dapat dilakukan melalui teori metode drill tingkah laku yang dilakukan berulang-ulang.

Guthrie memulai proses pendidikan dengan menyatakan tujuan-tujuan tentang respon yang akan ditumbuhakan pada stimuli. Menurutnya lingkungan belajar hendaknya ditata sedemikian hingga agar respons yang dikehendaki muncul dengan adanya stimuli sehingga tujuan bisa tercapai. Motivasi bagi Guthrie tidak terlalu penting, karena yang terpenting baginya adalah anak didik dapat merespons secara tepat terhadap stimulus yang diberikan. Latihan adalah hal yang penting agar stimulus terus menerus terjadi dan tingkah laku yang dikehendaki muncul. Seluruh tingkah laku manusia dianggap sebagai deretan tingkah laku yang terdiri dari unit-unit, dimana unit-unit ini merupakan respons dari stimulus sebelumnya, kemudian unit-unit tersebut menjadi pula stimulus yang kemudian direspons oleh tingkah laku berikutnya.

Bagi Guthrie bahwa susunan anak didik yang belajar matematika dipapan tulis bukan suatu jaminan bahwa mereka akan belajar hal yang sama dibangku mereka. Pendidikan dikelas merupakan suatu usaha menggabungkan stimulus dan respons. Bagaimana pembelajaran dapat mempengaruhi factor luar kelas, jika respons yang muncul dari stimulus yang sama dengan apa yang dialami siswa disekolah dan membiarkan respon lain terhadap stimuli yang sama diluar kelas. Guthrie meyarankan bahwa pendidikan formal seharusnya menyerupai kehidupan nayta dimana guru disekolah harus mampu mengaplikasikan hal-hal yang praktis sebagaimana yang diterapkan diluar sekolah.


BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan

Menurut Guthrie, pengalaman seseorang yang terjadi dimasa lalu cenderung membuatnya akan mengulangnya, dan ketika ini terjadi situasi akan menjadi rill dan muncul sebagai tindak lanjut dari apa yang pernah dilakukan.Prilaku dan pengalaman tersebut, kemudian berpeluang untuk terjadi lagi sehingga muncullah reinforcement. Kebiasaan merupakan respons yang datan dari asosiasi dengan banyak stimulus yang berlebihan, misalnya seorang ketika merrokok mengalami perubahan yang menjadi kebiasaan yang sangat kuat, dikarenakan respons dari pada rokok dapat menghadirkan banyak pengalaman yang tersimpan (kebiasaan), maka bagaimana kebiasaan merokok itu bisa berubah menjadi kebiasaan yang baik, bukan sebaliknya yakni menjadi kebiasaan yang buruk.

Hukuman dalam teori Guthrie menjadi sangat perlu ketika adanya efektifitas diterapkan pada kondisi yang tepat, yakni harus didasari alas an bahwa hukuman dilakukan sebagai upaya agar individu mampu menemukan sebagaimana yang diinginkan sehingga muncul respon yang benar atas stimuli yang benar.

Menurut Guthrie, lupa juga bsia terjadi ketika adanya alternative respons yang ada pada struktur stimuli. Setelah struktur stimuli dihasilkan oleh repons yang lain, maka struktur tersebut akan cenderung membawa respons baru yang menghambat.

B. Kritik dan Saran

Ada beberapa kelemahan pada teori Guthrie yang menjadi sorotan sekaligus sebagai kritikan dalam menjelaskan berbagai prinsip dalam belajar. Guthrie melakukan pendekatandengan prinsip yang sam sehingga psikolog lainnya sulit menemukan posisi Guthrie dalam jajaran ahli psikolog.
Muller dan Schoenfeld (1945) juga mengungkapkan bahwa Guthrie kurang menggunakan metodologi eksperimen dalam banyak hal dengan menggunakan alasan/dalil yang ambigu, yakni banyak mengandalkan hasil dari teori belajar tersebut, sehingga teori yang dihasilkan tersebut sulit diaplikasikan dalam fakta pendidikan langsung. Selainitu juga disampaikan oleh Moore dan Stuard (1979) bahwa percobaan yang dilakukan Guthrie masih diragukan karena menggunakan hewan ykani kucing piaraan dan kucing hiasdan lebih menunjukan fakta insting dari hewan tersebut. Jadi Guthrie masih memiliki beberapa kelemahan yang cukup mendasar dalam berbagai penelitiannya. Sedangkan hasil penelitiannya dengan Horton tentang kucing perlu dikembangkan untuk dikaji kembali, dengan menerapkan teori tersebut pada hewan-hewan selain kucing.


DAFTAR PUSTAKA

Hergenhahn, B.R & Olson, Matthew H.2008.Theories of Learning Edisi Ketujuh. Jakarta: Kencana

Setiawan.2003.Strategi Pembelajaran Matematika SMA. Yogyakarta: Pusat Pengembangan

Sumadi, Suryabrata.1987. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali

http://tip.psychology.org/skemp.html
http://psych.uiuc.edu/

Jumat, 15 April 2011

BAB I
PENDAHULUAN

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, lalu apa sebenarnya tujuan kita menuntut ilmu. Salah satu tujuan pendidikan islam adalah menjadikan seorang bertaqwa dan berakhlak mulia. Hal ini sesuai dengan tujuan nasional pendidikan Negara kita, dimana tujuan pendidikannya adalah menciptakan manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Lalu bagaimana islam memandang tujuan pendidikan ini? Disini kami kami akan membahas tentang tujuan pendidikan dan para ulama sebagai tonggak pendidikan.
Tujuan pendidikan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bertakwa kepada Allah dan menggauli manusia dengan akhlak yang mulia. Mengapa hal ini disebutkan oleh Rasulullah secara beriringan, jika kita mengkaji lebih mendalam tentang makna tersirat dari dua hal yang seiringan ini seyoigyanya kita dapat mengambil kesimpulan bahwa, kita tidak boleh mementingkan akhirat saja, kita harus bersosialisasi dengan lingkungan kita dengan baik. Hablumminannas harus lah kita jaga, sehingga hablumminaallah kita akan semakin baik.
Dalam pendidikan tidak terlepas dari seorang guru atau ulama, yang mengarahkan kita untuk berjalan dikoridor yang benar sehingga tercapai insan yang bertakwa kepada Allah dimanapun berada, dan insan yang bergaul dengan akhlak mulia dengan sesama insan.

BAB II
PEMBAHASAN
A. HADIS PERTAMA
1. Sanad dan Matan Hadis
حدثنامحمودبن يشارحدثناعبدالرحمن بن مهدى حدثناابوسفيان عن حبيب ابن ابي ثابت عن ميموان بن ابي شبيب عن ابي ذرقال: قال رسول الله ص م: اتق الله حيثما كنت واتبع السية الحسنة تمحوها وخا لق الناس بخلق حسن (رواه ابو داود)
2. Arti Kata-kata
Bertakwalah kepada Allah اتقي الله
Dimanapun kamu berada حيثماكنت
Iringilah keburukan dengan kebaikan واتبع
Menghapuskan تمحها
Perlakukanlah manusia وخالق الناس
Dengan akhlak yang baik بخلق حسن

3. Terjemahan
Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdir Rahman Mu’adz bin Jabal ra, dari Raullullah SAW, beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, dan iringilah keburukan dengan kebaikan maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang mulia.”(H.R at-Tirmidzi, dan ia berkata hadist hasan, dan disebagian kitab disebutkan sebagai hadist hasan shahih).

4. Analisis Kualitas Sanad dan Matan
a. Hadist ini hasan shahih yang dihasankan oleh al-Albani dalam shahih al-Jami’.
b. Imam Ibnu Daqiq berkata;”manaqib Abu Dzar sangat banyak”.


5. Asbab al- Wurud Hadis

Dalam Al Shahihain disebutkan bahwa Ibnu ‘Abbas telah meriwayatkan: Ketika Abu Dzar menyatakan keislamannya di Mekah, Rasulullah SAW bersabda kepadanya: “Kebenaran bagi kaum mu dengan harapan semoga Allah SWT memberi mamfaat kepada mereka”.Ketika beliau melihat betapa Abu Dzar berkeinginan tinggal bersamanya dimekah, maka Rassulullah SAW memberitahukan ketidakmungkian nya, namun beliau berpesan sesuai dengan hadist di atas,”Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada….dan seterusnya”.

6. Kandungan Hadis
Sabdanya, Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada.Yakni, bertakwalah kepada Allah dalam sepi sebagaimana kamu bertakwa kepadaNya dalam keramaian,sebab kamu tidak bertakwa kepada Allah ditempat dimana orang-orang melihatmu, sedangkan kamu tidak bertakwa kepadaNya di tempat dimana tiada seorang pun melihatmu, sesungguhya Allah melihat kamu dimanapun kamu berada, maka bertakwalah kepadaNya dimanapun kamu berada .Salah satu perkara yang membantu untuk bertakwa ialah menghadirkan perasaan bahwa Allah SWT melihat hambaNya disegala keadaannya.Allah berfirman:
“Tiada pembicaran rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya.”(Al-Mujadalah: 7).
Takwa adalah istilah tentang melaksanakan segala kewajiban dan meninggalkan segala larangan.Sabdanya”Iringilah keburukan dengan kebaikan maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu)”.Maksudnya, apabila kamu melakukan kesalahan maka minta ampunlah kepada Allah dan berbuatlah kebajikan niscaya akan menghapuskannya.
Hadist ini menyatakan bahwa satu kebaikan akan menghapuskan satu keburukan secara mutlak,sedangkan keburukan yang dimaksudkan ialah keburukan yang bertalian dengan hak Allah SWT.Adapun keburukan yang bertalian dengan hak hamba sepeerti ghashab,ghibah dan namimah, maka tidak dihapuskan kecuali setelah meminta permohonan maaf dari hamba tersebut.
Di antara kebaikan yang dapat menolak keburukan ialah memaafkan kesalahan orang lain, berbuat baik kepada makhluk dari kalangan manusia dan selainnya, melapangkan kesempitan, memudahkan kesulitan, menghilangkan kerugian dan keberatan dari semua makhluk.Allah berfirman: “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) peerbuatan-perbuatan yang buruk.” (Hud: 114)
Termasuk perkara yang dengannya Allah menghapuskan kesalahan – kesalahan, ialah berbagai musibah.Sebab, tidak lah musibah yang menimpa seseorang Mukmin melainkan Allah menghapuskan berbagai kesalahan dengan nya.
Kemudian, setelah menyebutkan hak Allah yaitu perintah supaya bertakwa yang mencakup keyakinan-keyakinan agama dan amalan-amalan yang batin dan zahir, beliau bersabda, “Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik”.Ketahuilah bahwa al-khulq al-hasan adalah kamu tidak menyakiti orang lain dalam bentuk apapun, dan kamu memaafkan berbagai keburukan serta gangguan mereka terhadapmu, kemudian kamu memperlakukan mereka dengan baik,baik ucapan maupun perbuatan.Nabi SAW bersabda,”Sesungguhnya kalian tidak akan (dapat) melapangkan manusia dengan harta kalian, mka lapangkan mereka dengan wajah ceria dan akhlak mulia.”
Perkara yang paling khusus dengan akhlak mulia, ialah santun terhadap manusia,bersabar tehadap mereka, tidak marah terhadap mereka , berwajah ceria, berkata yang lemah lembut bersenda gurau jika ada kemashalahatannya kadangkala menjadi baik.
Diantara akhlak yang baik ialah kamu memperlakukan setiap orang dengan apa yang layak baginya dan sesuai dengan keadaannya, serta kebaikan didalam mencari ilmu.
Dalam hadist ini pun terkandung tentang tujuan pendidikan,yang mana tema pendidikan secara implisit terdapat pada wahyu pertama yang diturunkan yaitu surah Al-Alaq.
Tujuan pendidikan menurut pandangan Al-Ghazali adalah:
• Mendekatkan diri kepada Allah
• Menggali dan mengembangkan potensi
• Mewujudkan profesionalisasi manusia
• Membentukmanusia yang berakhlak mulia
• Mengembangkan sifat manusia yag utama.

Dan bagi al-Faruqi mengatakan bahwa seluruh pengetahuan mengenai individu, kelompok, alam, agama atau sains, harus kita susun kembali berdasarkan prinsip tauhid,seluruh pengetahuan objektif mengenai dunia berarti pengetahuan tentang kehendak Nya.Manusia harus mematuhi perintah,memnuhi tujuan agamaNya jika ingin mengenyam kenikmatan dan kebahagiaan.
Pendidikan islam merupakan upaya sadar, terstruktur, terprogram dan sistematis yang bertujuan untuk membentuk manusia yang berkarrakter islami:
1. Berkepribadian islam
2. Menguassai perangkat ilmu dan pengetahuan islam.
3. Menguasai ilmu kehidupan.
4. Memiliki keterampilan yang memadai.
Tujuan pendidikan islam dengan jelas mengarah kepada terbentuknya insan kamil yang berkepribadian muslim, perwujudan manusia seutuhnya,takwa cerdas, baik budi pekertinya, terampil, kuat kepribadian, barguna bagi diri sendiri, agama, keluarga, masyarakat,dan Negara.ia menjadi khalifah fil ardi yang cakap.
Banyak sekali pendapat-pendapat para ahli pendidikan agama islam,seperti:
1. Menurut al-Ghazali,bahwa tujuan utama ialah beribadah dan taqarrub kepada Allah dan kesempurnaan insan yang tujuannya kebahagiaan dunia dan akhirat.
2. Menurut Ibnu Khaldun,membagi tujuan pendidikan agama islam kepada agama yaitu beramal untuk akhirat, sehingga ia menemui Allah SWT serta telah menunaikan hak-hak Allah yang diwajibkan kepadanya.
3. Menurut Al-Jamali, merumuskan tujuan pendidikan islam adalah mengenalkan manusia akan perananya diantara sesame dan tanggung jawab pribadinya didalam hidup ini.


Adapun aspek-aspek tujuan dalam pendidikan islaam itu meliputi:
a) Jasmaniah
Untuk membentuk manusia muslim yang sehat dan kuat jasmaninya serta memiliki keterampilan yang tinggi. Hal ini ditegaskan dengan sabda Rasullullah,”orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih disayangi oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah”.
b) Rohaniah
Untuk menghubungkan antara mnusia dengan Allah SWT , yang berkaitan dengan kemampuan manusia menerima agama islam yang inti ajarannya adalh keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.

c) Akal
Untuk mengembangkan intelegensia atau kecerdasan yang berada dalam otak,sehingga mampu menganalisis fenomena-fenomena ciptaan Allah di jagat raya.
d) Sosial
Untuk membentuk kepribadian yang utuh dari roh tubuh dan akal,yang mana tercermin sebagai manusia yang hidup pada lingkungan masyarakat yang plural.
Barang siapa yang bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan memperlakukan manusia menurut perbedaan tingkatan mereka dengan akhlak yang baik, maka ia telah mendapat kan kebaikan seluruhnya.Karena ia telah menunaikan hak Allah dan hak-hak hamba, serta karena ia termasuk orang-orang yang berbuat kebajikan dalam beribadah kepada Allah dan berbuat baik kapada hamba-hambaNya.
B. HADIS KEDUA
1. Sanad dan Matan Hadis
حدثناهارون بن اسحاق المهدانى حدثنا عبدة بن سليمان عن هشام بن عروة عن ابيه عن عبد الله بن عمرو بن العاص قال: قال رسول الله ص.م: ان الله لايقبض العلم انتزاعا ينتزعه من الناس ولكن يقبض العلم يقبض العلماء ,حتى اذالم يترك عالمااتخذالناس
(رواه البخارى و مسلم و الترمذى و ابن ماجه)

2. Arti Kata-kata
Tidak Mengambil لايقبض
Mencabutnya ينتزعه
Dari manusia من الناس


3. Terjemahan
Harun bin Ishaq al-mahdani telah menymapaikan berita kepada kami dimana ia menuturkan bahwa abdu bin Sulaiman telah menyampaikan berita kepadaku yang bersumber dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya (Zubair) dari Abdullah bin Amru bin Ash dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabutnya dari manusia.Akan tetapi, Allah mengambil ilmu dengan cara mencabut (nyawa) para ulama.Sehingga, jika Allah tidak menyisakan orang alim , maka manusia akan menjadiklan orang bodoh menjadi pemimpin mereka.Ketika mereka ditanya, maka mereka mengeluarkan fatwa tanpa didasaari ilmu.Mereka sesat dan menyesatkan (orang lain).”(H.R al- Bukhari ,Muslim, al-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

4. Analisia Sanad dan Matan
a. Abu Isa berkata “Hadist ini hasan shahih”, Az-Zuhri eriwayatkan hadist ini dari Urwah, dari Abdullah bin Amru, dari Urwah, dari Aisyah, dari Rasullullah dengan hadist yang sama.
b. Diriwayatkan pula dari Muawiyah bin Shalih dengan hadsit yang sama,sebagian dari mereka meriwayatkan hadist ini dari Abddurahman bin Jubair bin Nufair, dari ayahnya, dari Auf bin Malik, dari Rasullullah.

5. Asbab al-Wurud hadis
Dari pencarian asbab al-Wurud hadis ini,kami tidak menemukan nya.

6. Kandungan hadis
Secara istilah kata ulama mengacu kepada orang dengan spesifikasi penguasaan ilmu-ilmu syariah dengan semua rinciannya. Al-qur’an memberikan gambaran tentang ketinggian derajat para ulama,firman Allah:”Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberikan ilmu (ulama) beberapa derajat” (al-Mujadalah).
Di dalam kitab Ilhya’u Ulumuddin karya imam al Ghazali di sabutkan bahwa manusia yang paling dekat derajatnya dengan derajat para nabi adalh ahlul-ilmi( ulama) dan ahlul-jihad(muhajidin). Karna ulama adalh orang yang menunjukan manusia kepada ajaran yang dibawa oleh rasul, sedangkan mujahid adalh orang yang berjuang dengan pedangnya untuk membela apa yang diajarkan oleh para rasul.



Di zaman sekarang ini, nyaris kita tidak lagi mendapatkan ulama dengan penguasaan di berbagai disiplin ilmu syariah,tetapi hanya di beberapa cabang bidang ilmu saja., dan terkadang makna ulama disamakan dengan makna penceramah, padahal mereka masing-masing memiliki perbedaan yang mendasar. Adapun ilmu-ilmu yang harus dikuasai oleh ulama yaitu
• Ilmu yang terkait dengan Al qur’an
• Ilmu yang terkait dengan hadist nabawi
• Ilmu yang terkait dnegan masalah fiqih dan ushulfiqih
• Ilmu yang terkait dengan bahasa arab
• Ilmu yang terkait dengan sejarah.
• Ilmu kontemporer.
Maka di zaman sekarang ini seharusnya para ulama dari berbagai latar belakang keilmuwan yang berbeda perlu duduk dalam satu majelis agar mereka bisa melahirkan ijtihad jama’I mengingat ilmu mereka saat ini sangat terbatas yang mana ilmu pengetahuan berkembang terus.




BAB III
KESIMPULAN

Takwa yaitu membuat perlindungan dari azab Allah, dengan mel;akukan perintah-perintah Nya dan menjauhi larangan-larangan Nya Dan kita sebagai hambaNya wajib untuk selalu bertakwa kepada AAllah dimanpun kita berada dan dengan situasi dan kondisi seperti apapun.
Dengan begitu dapat mengiringinya dengan perbuatan-perbuatan kebajikan yang mana kebajikan itu dapat menghapuskan dan menghilangkan keburukan hingga keseluruhan, jika kebaikan itu adalah taubat. Karena taubat menghancurkan dosa-dosa sebelumnya. Adapun kebaikan selain taubat yaitu manusia melakukan perbuatan buruk kemudian melakukan amalan shalih, maka ini dengan penimbangan. Jika perbuatan baik itu lebih berat di bandingkan keburukan, maka pengaruhnya hilang, sebagaimana FirmanNya:
“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidaklah dirugikan seseorang barang sedikitpun.Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun passti mendatangkan (pahala)nya.Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat Perhitungan.” (Al-Anbiya: 47)
Kebajikan yang lain adalah memperlakukan manusia dengan akhlak yang mulia dengan ucapan dan perbuatan. Perintah ini bisa menunjukan kewajiban,dan bisa juga menunjukan anjuran.
Tujuan pendidikan islam dengan jelas mengarah kepada terbentuknya insan kamil yang berkepribadian muslim, perwujudan manusia seutuhnya,takwa cerdas, baik budi pekertinya, terampil, kuat kepribadian, barguna bagi diri sendiri, agama, keluarga, masyarakat,dan Negara.ia menjadi khalifah fil ardi yang cakap.
Penceramah berbeda dengan ulama, penceramah sekedar orang yang pandai berpidato menarik massa, punya daya pikat tersendiri ketika tampil di publik, sedangkan ulama lebih mengacu kepada orang dengan spesifikasi penguasaan ilmu-ilmu syariah dengan segala rinciannya.

DAFTAR PUSTAKA

Alfiah,Dra. 2010. Hadis Tarbawi (Pendidikan Islam Tinjauan Hadis Nabi). Pekanbaru: Al-Mujtahadah Press
Al-Huwaithi,Sayyid bin Ibrahim. 2006. Syarah Arbain An-Nawawi. Jakarta: Darul Haq
Al-Albani,Muhammad Nashiruddin. 2007. Shahih Sunan Tirmidzi Buku 3 . Jakarta. Buku Islam Rahmatan

hadist tarbawi tujuan pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, lalu apa sebenarnya tujuan kita menuntut ilmu. Salah satu tujuan pendidikan islam adalah menjadikan seorang bertaqwa dan berakhlak mulia. Hal ini sesuai dengan tujuan nasional pendidikan Negara kita, dimana tujuan pendidikannya adalah menciptakan manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Lalu bagaimana islam memandang tujuan pendidikan ini? Disini kami kami akan membahas tentang tujuan pendidikan dan para ulama sebagai tonggak pendidikan.
Tujuan pendidikan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bertakwa kepada Allah dan menggauli manusia dengan akhlak yang mulia. Mengapa hal ini disebutkan oleh Rasulullah secara beriringan, jika kita mengkaji lebih mendalam tentang makna tersirat dari dua hal yang seiringan ini seyoigyanya kita dapat mengambil kesimpulan bahwa, kita tidak boleh mementingkan akhirat saja, kita harus bersosialisasi dengan lingkungan kita dengan baik. Hablumminannas harus lah kita jaga, sehingga hablumminaallah kita akan semakin baik.
Dalam pendidikan tidak terlepas dari seorang guru atau ulama, yang mengarahkan kita untuk berjalan dikoridor yang benar sehingga tercapai insan yang bertakwa kepada Allah dimanapun berada, dan insan yang bergaul dengan akhlak mulia dengan sesama insan.





BAB II
PEMBAHASAN
A. HADIS PERTAMA
1. Sanad dan Matan Hadis
حدثنامحمودبن يشارحدثناعبدالرحمن بن مهدى حدثناابوسفيان عن حبيب ابن ابي ثابت عن ميموان بن ابي شبيب عن ابي ذرقال: قال رسول الله ص م: اتق الله حيثما كنت واتبع السية الحسنة تمحوها وخا لق الناس بخلق حسن (رواه ابو داود)
2. Arti Kata-kata
Bertakwalah kepada Allah اتقي الله
Dimanapun kamu berada حيثماكنت
Iringilah keburukan dengan kebaikan واتبع
Menghapuskan تمحها
Perlakukanlah manusia وخالق الناس
Dengan akhlak yang baik بخلق حسن

3. Terjemahan
Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdir Rahman Mu’adz bin Jabal ra, dari Raullullah SAW, beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, dan iringilah keburukan dengan kebaikan maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang mulia.”(H.R at-Tirmidzi, dan ia berkata hadist hasan, dan disebagian kitab disebutkan sebagai hadist hasan shahih).





4. Skema Sanad


















5. Analisis Kualitas Sanad dan Matan
a. Hadist ini hasan shahih yang dihasankan oleh al-Albani dalam shahih al-Jami’.
b. Imam Ibnu Daqiq berkata;”manaqib Abu Dzar sangat banyak”.


6. Asbab al- Wurud Hadis
Dalam Al Shahihain disebutkan bahwa Ibnu ‘Abbas telah meriwayatkan: Ketika Abu Dzar menyatakan keislamannya di Mekah, Rasulullah SAW bersabda kepadanya: “Kebenaran bagi kaum mu dengan harapan semoga Allah SWT memberi mamfaat kepada mereka”.Ketika beliau melihat betapa Abu Dzar berkeinginan tinggal bersamanya dimekah, maka Rassulullah SAW memberitahukan ketidakmungkian nya, namun beliau berpesan sesuai dengan hadist di atas,”Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada….dan seterusnya”.

7. Kandungan Hadis
Sabdanya, Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada.Yakni, bertakwalah kepada Allah dalam sepi sebagaimana kamu bertakwa kepadaNya dalam keramaian,sebab kamu tidak bertakwa kepada Allah ditempat dimana orang-orang melihatmu, sedangkan kamu tidak bertakwa kepadaNya di tempat dimana tiada seorang pun melihatmu, sesungguhya Allah melihat kamu dimanapun kamu berada, maka bertakwalah kepadaNya dimanapun kamu berada .Salah satu perkara yang membantu untuk bertakwa ialah menghadirkan perasaan bahwa Allah SWT melihat hambaNya disegala keadaannya.Allah berfirman:
“Tiada pembicaran rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya.”(Al-Mujadalah: 7).
Takwa adalah istilah tentang melaksanakan segala kewajiban dan meninggalkan segala larangan.Sabdanya”Iringilah keburukan dengan kebaikan maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu)”.Maksudnya, apabila kamu melakukan kesalahan maka minta ampunlah kepada Allah dan berbuatlah kebajikan niscaya akan menghapuskannya.
Hadist ini menyatakan bahwa satu kebaikan akan menghapuskan satu keburukan secara mutlak,sedangkan keburukan yang dimaksudkan ialah keburukan yang bertalian dengan hak Allah SWT.Adapun keburukan yang bertalian dengan hak hamba sepeerti ghashab,ghibah dan namimah, maka tidak dihapuskan kecuali setelah meminta permohonan maaf dari hamba tersebut.
Di antara kebaikan yang dapat menolak keburukan ialah memaafkan kesalahan orang lain, berbuat baik kepada makhluk dari kalangan manusia dan selainnya, melapangkan kesempitan, memudahkan kesulitan, menghilangkan kerugian dan keberatan dari semua makhluk.Allah berfirman: “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) peerbuatan-perbuatan yang buruk.” (Hud: 114)
Termasuk perkara yang dengannya Allah menghapuskan kesalahan – kesalahan, ialah berbagai musibah.Sebab, tidak lah musibah yang menimpa seseorang Mukmin melainkan Allah menghapuskan berbagai kesalahan dengan nya.
Kemudian, setelah menyebutkan hak Allah yaitu perintah supaya bertakwa yang mencakup keyakinan-keyakinan agama dan amalan-amalan yang batin dan zahir, beliau bersabda, “Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik”.Ketahuilah bahwa al-khulq al-hasan adalah kamu tidak menyakiti orang lain dalam bentuk apapun, dan kamu memaafkan berbagai keburukan serta gangguan mereka terhadapmu, kemudian kamu memperlakukan mereka dengan baik,baik ucapan maupun perbuatan.Nabi SAW bersabda,”Sesungguhnya kalian tidak akan (dapat) melapangkan manusia dengan harta kalian, mka lapangkan mereka dengan wajah ceria dan akhlak mulia.”
Perkara yang paling khusus dengan akhlak mulia, ialah santun terhadap manusia,bersabar tehadap mereka, tidak marah terhadap mereka , berwajah ceria, berkata yang lemah lembut bersenda gurau jika ada kemashalahatannya kadangkala menjadi baik.
Diantara akhlak yang baik ialah kamu memperlakukan setiap orang dengan apa yang layak baginya dan sesuai dengan keadaannya, serta kebaikan didalam mencari ilmu.
Dalam hadist ini pun terkandung tentang tujuan pendidikan,yang mana tema pendidikan secara implisit terdapat pada wahyu pertama yang diturunkan yaitu surah Al-Alaq.
Tujuan pendidikan menurut pandangan Al-Ghazali adalah:
• Mendekatkan diri kepada Allah
• Menggali dan mengembangkan potensi
• Mewujudkan profesionalisasi manusia
• Membentukmanusia yang berakhlak mulia
• Mengembangkan sifat manusia yag utama.

Dan bagi al-Faruqi mengatakan bahwa seluruh pengetahuan mengenai individu, kelompok, alam, agama atau sains, harus kita susun kembali berdasarkan prinsip tauhid,seluruh pengetahuan objektif mengenai dunia berarti pengetahuan tentang kehendak Nya.Manusia harus mematuhi perintah,memnuhi tujuan agamaNya jika ingin mengenyam kenikmatan dan kebahagiaan.
Pendidikan islam merupakan upaya sadar, terstruktur, terprogram dan sistematis yang bertujuan untuk membentuk manusia yang berkarrakter islami:
1. Berkepribadian islam
2. Menguassai perangkat ilmu dan pengetahuan islam.
3. Menguasai ilmu kehidupan.
4. Memiliki keterampilan yang memadai.
Tujuan pendidikan islam dengan jelas mengarah kepada terbentuknya insan kamil yang berkepribadian muslim, perwujudan manusia seutuhnya,takwa cerdas, baik budi pekertinya, terampil, kuat kepribadian, barguna bagi diri sendiri, agama, keluarga, masyarakat,dan Negara.ia menjadi khalifah fil ardi yang cakap.
Banyak sekali pendapat-pendapat para ahli pendidikan agama islam,seperti:
1. Menurut al-Ghazali,bahwa tujuan utama ialah beribadah dan taqarrub kepada Allah dan kesempurnaan insan yang tujuannya kebahagiaan dunia dan akhirat.
2. Menurut Ibnu Khaldun,membagi tujuan pendidikan agama islam kepada agama yaitu beramal untuk akhirat, sehingga ia menemui Allah SWT serta telah menunaikan hak-hak Allah yang diwajibkan kepadanya.
3. Menurut Al-Jamali, merumuskan tujuan pendidikan islam adalah mengenalkan manusia akan perananya diantara sesame dan tanggung jawab pribadinya didalam hidup ini.


Adapun aspek-aspek tujuan dalam pendidikan islaam itu meliputi:
a) Jasmaniah
Untuk membentuk manusia muslim yang sehat dan kuat jasmaninya serta memiliki keterampilan yang tinggi. Hal ini ditegaskan dengan sabda Rasullullah,”orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih disayangi oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah”.
b) Rohaniah
Untuk menghubungkan antara mnusia dengan Allah SWT , yang berkaitan dengan kemampuan manusia menerima agama islam yang inti ajarannya adalh keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.

c) Akal
Untuk mengembangkan intelegensia atau kecerdasan yang berada dalam otak,sehingga mampu menganalisis fenomena-fenomena ciptaan Allah di jagat raya.
d) Sosial
Untuk membentuk kepribadian yang utuh dari roh tubuh dan akal,yang mana tercermin sebagai manusia yang hidup pada lingkungan masyarakat yang plural.
Barang siapa yang bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan memperlakukan manusia menurut perbedaan tingkatan mereka dengan akhlak yang baik, maka ia telah mendapat kan kebaikan seluruhnya.Karena ia telah menunaikan hak Allah dan hak-hak hamba, serta karena ia termasuk orang-orang yang berbuat kebajikan dalam beribadah kepada Allah dan berbuat baik kapada hamba-hambaNya.
B. HADIS KEDUA
1. Sanad dan Matan Hadis
حدثناهارون بن اسحاق المهدانى حدثنا عبدة بن سليمان عن هشام بن عروة عن ابيه عن عبد الله بن عمرو بن العاص قال: قال رسول الله ص.م: ان الله لايقبض العلم انتزاعا ينتزعه من الناس ولكن يقبض العلم يقبض العلماء ,حتى اذالم يترك عالمااتخذالناس
(رواه البخارى و مسلم و الترمذى و ابن ماجه)

2. Arti Kata-kata
Tidak Mengambil لايقبض
Mencabutnya ينتزعه
Dari manusia من الناس


3. Terjemahan
Harun bin Ishaq al-mahdani telah menymapaikan berita kepada kami dimana ia menuturkan bahwa abdu bin Sulaiman telah menyampaikan berita kepadaku yang bersumber dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya (Zubair) dari Abdullah bin Amru bin Ash dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabutnya dari manusia.Akan tetapi, Allah mengambil ilmu dengan cara mencabut (nyawa) para ulama.Sehingga, jika Allah tidak menyisakan orang alim , maka manusia akan menjadiklan orang bodoh menjadi pemimpin mereka.Ketika mereka ditanya, maka mereka mengeluarkan fatwa tanpa didasaari ilmu.Mereka sesat dan menyesatkan (orang lain).”(H.R al- Bukhari ,Muslim, al-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
4. Skema Sanad









.
5. Analisia Sanad dan Matan
a. Abu Isa berkata “Hadist ini hasan shahih”, Az-Zuhri eriwayatkan hadist ini dari Urwah, dari Abdullah bin Amru, dari Urwah, dari Aisyah, dari Rasullullah dengan hadist yang sama.
b. Diriwayatkan pula dari Muawiyah bin Shalih dengan hadsit yang sama,sebagian dari mereka meriwayatkan hadist ini dari Abddurahman bin Jubair bin Nufair, dari ayahnya, dari Auf bin Malik, dari Rasullullah.

6. Asbab al-Wurud hadis
Dari pencarian asbab al-Wurud hadis ini,kami tidak menemukan nya.

7. Kandungan hadis
Secara istilah kata ulama mengacu kepada orang dengan spesifikasi penguasaan ilmu-ilmu syariah dengan semua rinciannya. Al-qur’an memberikan gambaran tentang ketinggian derajat para ulama,firman Allah:”Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberikan ilmu (ulama) beberapa derajat” (al-Mujadalah).
Di dalam kitab Ilhya’u Ulumuddin karya imam al Ghazali di sabutkan bahwa manusia yang paling dekat derajatnya dengan derajat para nabi adalh ahlul-ilmi( ulama) dan ahlul-jihad(muhajidin). Karna ulama adalh orang yang menunjukan manusia kepada ajaran yang dibawa oleh rasul, sedangkan mujahid adalh orang yang berjuang dengan pedangnya untuk membela apa yang diajarkan oleh para rasul.



Di zaman sekarang ini, nyaris kita tidak lagi mendapatkan ulama dengan penguasaan di berbagai disiplin ilmu syariah,tetapi hanya di beberapa cabang bidang ilmu saja., dan terkadang makna ulama disamakan dengan makna penceramah, padahal mereka masing-masing memiliki perbedaan yang mendasar. Adapun ilmu-ilmu yang harus dikuasai oleh ulama yaitu
• Ilmu yang terkait dengan Al qur’an
• Ilmu yang terkait dengan hadist nabawi
• Ilmu yang terkait dnegan masalah fiqih dan ushulfiqih
• Ilmu yang terkait dengan bahasa arab
• Ilmu yang terkait dengan sejarah.
• Ilmu kontemporer.
Maka di zaman sekarang ini seharusnya para ulama dari berbagai latar belakang keilmuwan yang berbeda perlu duduk dalam satu majelis agar mereka bisa melahirkan ijtihad jama’I mengingat ilmu mereka saat ini sangat terbatas yang mana ilmu pengetahuan berkembang terus.









BAB III
KESIMPULAN

Takwa yaitu membuat perlindungan dari azab Allah, dengan mel;akukan perintah-perintah Nya dan menjauhi larangan-larangan Nya Dan kita sebagai hambaNya wajib untuk selalu bertakwa kepada AAllah dimanpun kita berada dan dengan situasi dan kondisi seperti apapun.
Dengan begitu dapat mengiringinya dengan perbuatan-perbuatan kebajikan yang mana kebajikan itu dapat menghapuskan dan menghilangkan keburukan hingga keseluruhan, jika kebaikan itu adalah taubat. Karena taubat menghancurkan dosa-dosa sebelumnya. Adapun kebaikan selain taubat yaitu manusia melakukan perbuatan buruk kemudian melakukan amalan shalih, maka ini dengan penimbangan. Jika perbuatan baik itu lebih berat di bandingkan keburukan, maka pengaruhnya hilang, sebagaimana FirmanNya:
“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidaklah dirugikan seseorang barang sedikitpun.Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun passti mendatangkan (pahala)nya.Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat Perhitungan.” (Al-Anbiya: 47)
Kebajikan yang lain adalah memperlakukan manusia dengan akhlak yang mulia dengan ucapan dan perbuatan. Perintah ini bisa menunjukan kewajiban,dan bisa juga menunjukan anjuran.
Tujuan pendidikan islam dengan jelas mengarah kepada terbentuknya insan kamil yang berkepribadian muslim, perwujudan manusia seutuhnya,takwa cerdas, baik budi pekertinya, terampil, kuat kepribadian, barguna bagi diri sendiri, agama, keluarga, masyarakat,dan Negara.ia menjadi khalifah fil ardi yang cakap.
Penceramah berbeda dengan ulama, penceramah sekedar orang yang pandai berpidato menarik massa, punya daya pikat tersendiri ketika tampil di publik, sedangkan ulama lebih mengacu kepada orang dengan spesifikasi penguasaan ilmu-ilmu syariah dengan segala rinciannya.
DAFTAR PUSTAKA

Alfiah,Dra. 2010. Hadis Tarbawi (Pendidikan Islam Tinjauan Hadis Nabi). Pekanbaru: Al-Mujtahadah Press
Al-Huwaithi,Sayyid bin Ibrahim. 2006. Syarah Arbain An-Nawawi. Jakarta: Darul Haq
Al-Albani,Muhammad Nashiruddin. 2007. Shahih Sunan Tirmidzi Buku 3 . Jakarta. Buku Islam Rahmatan

Kamis, 07 April 2011

25 prediksi semakin maju nYa tEKnologi

Cisco memprediksi pada 2020, PC seharga Rp 10 juta memiliki kemampuan setara dengan otak manusia. Pada 2030, kemampuan PC akan seimbang dengan otak manusia satu kampung. Dave Evans, Chief Futurist Cisco IBSG Innovations Practice membuat prediksi 25 teknologi teratas yang akan terjadi di masa mendatang.

Berikut daftar lengkapnya :

1. Pada tahun 2029, storage 11 petabyte yang dapat menyimpan video berkualitas DVD untuk diputar selama 600 tahun lebih tanpa henti 24 jam sehari harganya hanya US$100 (Rp 950 ribu)
2. Dalam 10 tahun ke depan, kita akan menyaksikan peningkatan kecepatan jaringan internet rumahan sebesar 20 kali lipat.
3. Pada tahun 2013, lalu-lintas jaringan nirkabel akan mencapai 400 petabyte perbulan. Sekarang ini, jaringan di seluruh dunia mentrasnfer data lebih dari 9 exabyte per bulan.
4. Pada akhir tahun 2010, akan terjadi perbandingan satu miliar transistor per orang, masing-masing transistor seharga sepersepuluh juta sen.
5. Internet akan berevolusi menjadi sarana komunikasi instans, tanpa peduli jarak.
6. Komputer kuantum komersial yang pertama akan tersedia pada pertengahan tahun 2020.
7. Pada tahun 2020, PC seharga US$1.000 akan memiliki kemampuan memproses setara dengan otak manusia.
8. Pada tahun 2030, kemampuan memproses PC seharga US$1.000 akan seimbang dengan kemampuan otak manusia satu kampung.
9. Pada tahun 2050 (dengan mengasumsikan bahwa jumlah total populasi dunia adalah 9 miliar), kemampuan memproses PC seharga US$1.000 akan seimbang dengan kemampuan otak keseluruhan manusia di bumi.
10. Hari ini, kita mengetahui 5% dari apa yang akan kita ketahui 50 tahun ke depan. Dengan kata lain, dalam 50 tahun, 95% dari apa yang akan kita ketahui ditemukan di tahun-tahun sebelumnya.
11. Besar data di dunia akan meningkat enam kali lipat dalam dua tahun ke depan, sementara data perusahaan akan meningkat lima puluh kali lipat.
12. Pada tahun 2015, Google akan mengindex sekitar 775 miliar halaman konten.
13. Pada tahun 2015, kita akan menciptakan banyak hal yang sebanding dengan 92,5 juta Libraries of Congress AS dalam setahun.
14. Pada tahun 2020 di seluruh dunia, masing-masing orang rata-rata akan menyimpan data pribadi sebesar 130 terabyte (hari ini rata-rata sebesar 128 gigabyte).
15. Pada tahun 2015, unduh film dan file sharing peer-to-peer akan melonjak sampai 100 exabyte, setara dengan 5 juta Libraries of Congress AS.
16. Pada tahun 2015, komunikasi video akan jauh lebih marak, menghasilkan 400 exabyte trafik data atau setara dengan 20 juta Libraries of Congress.
17. Pada tahun 2015, trafik yang dihasilkan oleh telepon, web, email, foto, dan musik akan meledak, dan mencapai 50 exabyte.
18. Dalam dua tahun, informasi di internet akan berlipat ganda setiap 11 jam.
19. Pada tahun 2010, 35 miliar perangkat akan terhubung ke internet (hampir enam perangkat per orang di dunia).
20. Pada tahun 2020, akan ada lebih banyak perangkat yang online daripada manusianya.
21. Dengan IPv6, akan ada cukup alamat IP bagi setiap bintang yang diketahui di seluruh alam semesta untuk masing-masing memiliki 4,8 triliun alamat IP.
22. Pada tahun 2020, penerjemah bahasa universal akan menjadi hal yang umum di setiap perangkat.
23. Dalam lima tahun ke depan, permukaan apa pun dapat dijadikan layar tampilan.
24. Pada tahun 2025, teleportasi pada tingkat partikel akan mulai terealisasi.
25. Pada tahun 2030, penanaman otak buatan sudah dapat dilaksanakan.

Rabu, 06 April 2011

love vs women

menGAJar perempuan mencintai atau mengasihi serupa dengan membimbing air mencari tempat yang rendah.
Hanya satu seni yang dimahiri oleh perempuan, yaitu mencintai dna dicintai.
Itulah sebabnya Allah menganugrahkan perempuan kemampuan menangis, cemburu, dan berduka serta kesedian brkorban untuk kekasih
Karna air mata mengundang kasih dan cinta, pengorbanan menyuburkannya, cemburu menghangatkannya, sedangkan duka cinta tidak terobati jika tidak dengan cinta pula.
Bagi perempuan cinta adalah harapan, bahkan hidup adalah cinta, sehingga perempuan bersedia bekorban demi cintanya.
Dia bersedia meninggalkan ayah dan ibu serta saudara-saudarnya demi mengikuti suami yang dicintainya.
Bagi perempuan, pengorbanan demi cinta bukanlah kematian tetapi kehidupan, karna tanpa cinta perempuan tak dapat hidup.
Kematian bagi perempuan adalah hidup tanpa cinta.
Lelaki yang mencintai biasanya menuntut yang banyak atau member dengan perhitungan, tetapi perempuan yang bercinta mempersembahkan tanpa batas dan karna mereka tidak pernah mengenal batas dalam memberi, menyerahkan diri mereka kepada siapa saja yang mereka cintai.
Cinta addalah pohon yang tumbuh subur di dalam hati.
Akarnya dalah kerendahan hati kepadda kekasih.
Batangnya adalah pengenalan kepadanya
Dahannya adalah rasa takut kepada Tuhan dan kepada makhluk
Dedaunannya adalah rasa malu
Buahnya adalah kesatuan hati yang melahirkan kerja sama
Sedangkan air yang menyiramnya adalah mengingat dan menyebut-nyebut namanya.